PERISTIWA SEDERHANA DI RUANG TENGAH
Di ujung malam, beberapa jam setelah kau datang
ketika pensil menciptakan kata-kata dan menolak
istirahat,
dirimu memintaku berpuisi sambil berharap kau
lelap
dan memimpikan seseorang tempatmu menanam
harapan.
Hanya aku yang pertama dan tersisa di sini
untuk membesarkan sedikit rencana yang masih
berusia balita.
Waktu itu kita baru saja menyudahi kegiatan
yang merencanakan
kebahagiaan
Suatu musim panas belum ingin menyudahi dirinya
di langit mendung.
Namun matamu berhasil mencuci kesedihan dengan
bersih
hingga tak terduga, ia habis dihirup waktu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar