Rabu, 07 November 2018

MEMBAGI LANGIT


MEMBAGI LANGIT

Ia lebih terbuka daripada minimarket dua puluh empat jam
yang sering kau kunjungi ketika lapar
mengajakmu begadang di malam hari.
Ia lebih kuat dari jembatan yang menghubungkan
harapan dan kemalangan.
Ia lebih setia dan selalu memilih tersenyum.
Ia tidak ingin dirimu terlihat kalah saat pulang
dengan mimpi yang kosong
atau demi menyembunyikan tangis entah pekerjaan siapa.

Langit yang tegap berdiri di atas kepala
selalu mencintai pintu dan daun-daun jendelamu.
Tanpa alasan dan tuduhan ia menyembunyikan tersangka
sebagaimana hati yang jatuh diam-diam.

Langit depan rumahmu kumuh dan bukan hanya dirimu yang sedih.
Ia juga berharap dapat mencuci matamu
dengan menelan dirinya sendiri.
Perlahan ia mampu menceritakan kesedihanmu
pada langit di depan rumahku.
Aku mendengar seluruhnya dengan jelas.
Mereka sepakat redup.
Warna lampu memilih hitam di kasurmu
di kasurku juga merasakan kehilangan yang berbahaya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

HARI LAHIR KEMATIAN DIRIMU

HARI LAHIR KEMATIAN DIRIMU Di kota ini semua terbunuh mengikuti kematianmu Luka dan duka tumbuh subur di sepanjang bumi merentangkan...