MENYERUPAI
Kesedihan
membakar habis ingatan-ingatan dalam dirimu
Kau
menjadi jalan yang ditinggalkan seluruh pengendara
Alasan-alasan
yang keluar masuk dalam lingkaran kesepian.
Kau
mengizinkan debu-debu melewatimu
dari
sapu-sapu petugas kebersihan.
Kau tidak
mau ada yang menoleh.
Tidak
membutuhkan wajah-wajah asing.
Luka dan
kesedihan dalam dirimu
ingin
menangis pada malam secara bersamaan.
Pedih
siapa paling menyerupai milikmu
Bayanganmu
hanya melemparkan diri
jauh
dari kota dan kata yang tak ingin kau kenang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar