KATA-KATA BELUM MAKAN BERHARI-HARI
Di dapur ibu, api belum menyala
kehidupan masih mengawang dari pesanmu bulan lalu
Aku belum siap kau menjadi musuh.
Semua dilarang bicara atau hanya sekedar menuliskan
daftar kejadian yang mengakibatkan kelaparan.
Kau selalu membayangkan hujan datang
dan meminta izin untuk tumbuh
di baris terakhir puisi yang kutuliskan tadi malam.
Namun tidak pernah ingin tahu
alasan mengapa mereka dihadirkan di sana.
Keheningan memenuhi ruangan.
Rumah memilih mati daripada melamun sendiri.
Kata-kata masih tidur, walau sudah pukul sembilan pagi.
Mungkin karena kita terlalu lelah bersuara
dan telingamu lupa dibangunkan.
Sudah beberapa bulan belakangan kita hanya saling menatap.
“Kau terlalu sombong” adalah kata-kata yang sama dan
selalu kita suarakan diam-diam
di meja makan, di ruang kerja, di taman belakang,
dan di semua tempat yang pernah ada kita
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
HARI LAHIR KEMATIAN DIRIMU
HARI LAHIR KEMATIAN DIRIMU Di kota ini semua terbunuh mengikuti kematianmu Luka dan duka tumbuh subur di sepanjang bumi merentangkan...
-
MENCARI KOTA RAMAH YANG TERSISA Di kota ini ruang tertawa adalah sesuatu yang hilang dan tidak seorang pun berharap menemukannya. ...
-
HURUF-HURUF YANG LEPAS Untuk tidur dengan nyenyak aku harus selalu bekerja lebih keras memburu gerombolan huruf yang menculikmu....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar