Selasa, 13 November 2018

BATAL MELUNASI RENCANA


BATAL MELUNASI RENCANA

Di suatu hari aku pernah menabung hutang padamu.
Hanya satu hari ia menjadi lebat dan menghutan dengan cepat.
Bunganya rimbun di antara tawa.
Harapan dengan cepat memutari angan-angan
agar besok kita bertemu,
namun akhirnya aku terlambat bertamu.

Ini sudah larut, entah apa yang sudah diceritakan malam tentang aku.
Celakanya kau percaya. Prasangkamu meruntuhkan seluruh rencana.
Aku lelah menebak semua kemungkinan
dan memindahkan cuaca dingin dan hujan.

Cuaca yang kau sajikan baru dapat kumengerti
setelah bayi matahari dicicipi oleh para nelayan di dermaga.
Dari bagan kudengar ibu-ibu terpaksa mengeluhkan
harga ikan yang sudah tinggi.
Mereka tak lagi dapat menyetarakan semua isi kantong
dan perut anak-anak mereka yang keroncong.
Mereka dan aku kembali terpaksa
menuliskan daftar keinginan di peti-peti mati
karena kami sama-sama batal melunasi rencana.

Mungkinkah batal atau bubar sama saja
lebih hobi tangisan atau penyesalan.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

HARI LAHIR KEMATIAN DIRIMU

HARI LAHIR KEMATIAN DIRIMU Di kota ini semua terbunuh mengikuti kematianmu Luka dan duka tumbuh subur di sepanjang bumi merentangkan...