MASA DI DEPAN AKU
Hari ini merupakan ulang tahun kematian dirimu
aku sudah lelah membicarakan dirimu,
kau hanya meninggalkan masalah
yang tumbuh bercabang-cabang dengan subur
diingatan.
Aku membayangkannya seperti bencana alam,
belum ada rencana diselamatkan
kau selalu mencurigai seluruh pertemuan
disengaja
namun tidak pernah sadar bahwa kau menghapus
seluruh nama untuk masa di depan aku.
Aku mencari nama sebagai pencuci kesedihan di
masa lalu.
Bersama luka tahun-tahun melangkah berat,
dunia memikul dan menabung deritanya
kemana-mana.
Semua selesai pada rencana
Cita-cita tetap duduk dengan tenang di
bayang-bayang
Aku masih mengonsumsi janji
“Aku tidak akan hilang”
sudah habis satu dasawarsa lalu.
Perpisahan dan kenangan kini makin romantis.
Anak-anaknya sudah terbiasa dan berbakat dalam
kehilangan
dan dirimu terpilih jadi orang tua asuhnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar