HARI
LAHIR KEMATIAN DIRIMU
Di kota
ini semua terbunuh mengikuti kematianmu
Luka dan
duka tumbuh subur di sepanjang bumi merentangkan lengan
Langit
serta jalanan yang pernah ada dirimu menjadi kubur
Sungguh,
tidak ada yang sempat menyelamatkan diri dari takdir.
Aku
hanya ingin mengunjungi pantai
menatap
keinginan yang luas dan melupakan kemampuan yang sempit
Disana
aku dapat mengingat orang-orang hidup yang mati
dan
orang-orang mati yang hidup.
Sebelum
ini janji pernah melayang
Semua
hari menjatuhkan diri dan berwarna merah
Karena
sebab dan akibat sudah menjadi nisan
dalam
daftar keinginan dan keengganan
Aku
harus libur memikirkan dirimu membiarkan gelas-gelas kosong dan buku-buku yang
kita tandai membaca dirinya sendiri.
Ketika
hendak pulang,
sebelum
aku membalikkan tubuh ke kanan,
rekaan-rekaan
tumbuh sekali lagi
mengingat
orang-orang yang pergi,
dirimu.