ADEGAN SEBELUM MUNCUL KATA TAMAT
Kondisi langit belum sembuh seutuhnya,
ia masih kurang sehat karena hujan tumbuh
dengan deras
untuk menguras harapanmu menyaksikan film
terbaru
yang baru beberapa hari lalu lahir di bioskop.
Kita sering bertatap
Aku perlahan membaca matamu yang ingin pulang
lebih cepat.
Senyumanmu lapuk tawamu remuk
mungkin kau baru saja menyaksikan adegan
yang tidak pernah ingin hadir.
Ini sebenarnya tidak lebih dari ajang
pembuktian
bahwa dirimu adalah masyarakat kekinian
yang tidak pernah kehilangan selera
Setelah dirimu pulang dan aku lagi-lagi datang
Entah malam keberapa, aku terlalu ingat
namun tidak ingin mengingatnya
Di atas kasur, di bawah ventilasi yang
mendinginkan selimutmu,
dan di depan layar kacamu
yang sudah sejak tadi berbincang tanpa suara,
kau membaca kemalangan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar