MATAHARI
YANG MELELEH DI JALAN RAYA
Aku hampir
saja kehilangan pekerjaan
karena
matahari melelehkan separuh tintaku di jalan raya
tepat
beberapa ratus meter sebelum puisi ini membacakan dirinya.
Tidak
ada lagi yang bisa kutulis dengan utuh.
Marka jalan
menjadi batas antara berhenti
dan
melanjutkan kebohongan.
Di sana
ada petugas yang siaga mengamankan kemacetan
peredaran
darah agar jantungmu tetap berdetak.
Namun
kau tak pernah benar-benar sehat melanjutkan pernapasanmu yang sesak.
Semoga
kau lancar membangun langkah untuk pulang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar