Selasa, 13 November 2018

AKU SEMAKIN BANYAK MENGINGATMU


AKU SEMAKIN BANYAK MENGINGATMU

Ketika aku mulai lupa cara tertawa dan kau terus tersedak
oleh lelucon konyol yang mampir di telingamu.
Sebagian kepalamu hanya diisi perintah untuk lari.
Entah karena aku begitu menakutkan
atau kau begitu menginginkan.

Seperti biasa, senja sore yang ku tatap dari balik jendela.
Hanya berisi lambaian langit yang ditumpahi kebahagiaan.
Langit selalu menuangkan udara yang lembab.
Memompa kehidupan kota dan kita.
Sementara di tubuhmu, tetapi terus membelukar menggantung diri dengan harapan utuh kembali.

Kau semakin lekat dalam lengan-lenganku.
Mereka dipaksakan terpasang walau tanpa memeluk apa-apa.
Ini semua hanya kebisingan di kepala
yang tak henti menampung penyakit.
Dalam diriku penuh kebakaran, dan malah kau menjadi api.
Aku enggan tersenyum setelah semua usai
dengan cara semestinya menurutmu.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

HARI LAHIR KEMATIAN DIRIMU

HARI LAHIR KEMATIAN DIRIMU Di kota ini semua terbunuh mengikuti kematianmu Luka dan duka tumbuh subur di sepanjang bumi merentangkan...