Selasa, 13 November 2018

MENCARI KOTA RAMAH YANG TERSISA


MENCARI KOTA RAMAH YANG TERSISA

Di kota ini ruang tertawa adalah sesuatu yang hilang
dan tidak seorang pun berharap menemukannya.
Mereka akan lebih memilih hobi masing-masing.
Penipuan jadi menu favorit di warung kopi.

Kau lebih butuh kata iya daripada tidak.
Iya adalah cara yang baik untuk menghentikan
kecaman dan pertengkaran.
Membutuhkan colokan listrik lebih banyak
untuk mengisi ulang kebahagiaan yang mencemaskan
agar semua tertawa dan menunda mati sia-sia.
Kau tidak tahu tertawa dan mati sia-sia
merupakan jenis pekerjaan yang berbeda.

Jalan-jalan dan parkiran kian sepi,
detik-detik di tanganmu juga semakin lelah,
untung saja jantungmu tidak.
Semakin banyak orang yang hidup dalam kehilangan.
Keinginan adalah kata yang dilarang masuk,
sesuatu yang sengaja dibersihkan petugas kebersihan
di dinding-dinding telepon yang kau genggam.
Melupakan hobi adalah cara hidup yang masih nyata
hingga saat ini dan aku selalu tidak sependapat.

Selebihnya tanpa mereka tahu
sepasang lengan diam-diam ingin
mengubah kota ini jadi pasar malam.
Kita bisa ke mana saja, duduk di mana saja, memainkan apa saja,
bahkan perasaan yang melompat ke kubangan api
atau ke genangan kolam untuk tenggelam
dan menemukan kota ramah yang tersisa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

HARI LAHIR KEMATIAN DIRIMU

HARI LAHIR KEMATIAN DIRIMU Di kota ini semua terbunuh mengikuti kematianmu Luka dan duka tumbuh subur di sepanjang bumi merentangkan...