MENYEBERANGI
SATU MALAM
Malam
itu dipenuhi gelombang pertanyaan.
Baris pesan
mengahantarkan dirinya
tergeletak
di mata dan kepala
dan
semua berubah jadi badai pernyataan.
Aku
melihatmu lebih jelas di atas candaan dan karamnya harapan.
Dirimu mengalirkan
banyak perumpamaan,
menemani
kesedihan menyentuh langit
yang
makin dingin sepeninggal matahari.
Kehangatan
yang tersisa bahwa dirimu tidak akan kemana-mana.
Aku
selalu khawatir jika kau pergi lebih jauh
maka
lelah harus tetap hidup mencarimu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar