MEMENCET TOMBOL MIMPI
Hari sabtu selalu memiliki tujuan dalam
menyajikan menu utama
Sisanya hanya kebetulan saja bahwa baju yang
aku dan kau kenakan
warnanya saudara kembar
Waktu itu tiba dan kita harus berhenti, tidak
boleh menunda lagi.
Siapa yang lebih dahulu? Tidak ada yang bisa
memberikan jawaban
yang jelas matahari dan jalan raya
telah mati terbunuh satu jam yang lalu
sebelum semua orang di sekelilingmu tertawa
dan semua orang di sekitarku dihujani bahagia.
Langkahmu memanjang- memendekkan jarak.
Suatu hal tabu kemudian berubah jadi abu-abu.
Aku tiba-tiba membayangkan tayangan sepakbola
tentang sebuah gol,
puisi sedang menghangatkan telingamu,
dan mengunyah sebatang coklat di depan
minimarket,
juga tentu saja menggenggam jemarimu yang mungil.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar