HARI
YANG DIPENUHI KABAR KOBAR API
Seluruh
penjuru terbakar kata-kata yang kau taburkan di jalanan
Kebecian
tumbuh dekat pohon yang setiap hari kau siram
Tidak
ada yang ingin bertanya
Selalu
ada yang menoleh menyelamatkan jarimu
untuk
lari kemudian pergi
Aku
ingin hidup bersama aroma asap
Yang
mengepul di gelas setelah selesai di hirup
Mengganti
tiap tetes kopi yang meleleh di bibirnya.
Jemarimu
yang mungil adalah alasan terpampang di mata meja.
Aku
ingin menikmati pelukanmu yang hangat.
Menggambar
apa pun yang kau suka dari puing-puing yang tersisa.
Semacam
lukisan tawa dan luka yang hadir bergantian
mengenang
kenangan yang lahir dan getir di tempat yang sama.
Pada
didingnya yang pernah ada foto mungilmu
hanya
bisa terbaring dan menangis.
Kau selalu
ingin lari membuat api-api baru
kemudian
kau berhasil mengepungku.
Dengan
harapan yang tetap sama,
ingin
melihat sejauh mana api bisa hidup di mataku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar