MENANGGALKAN
JANJI
Perencanaan
gugur satu persatu mengikuti musim yang sudah tiba.
Waktu
yang selama ini terkalung di tanganmu
berlalu
dan
lepas dengan menyedihkan dari ingatan.
Aku
selalu ingin pulang lebih cepat
untuk
menghapus hal yang tidak-tidak
yang
telah tumbuh subur di kepalamu.
Janji
menjelma cita-cita yang hilang.
Keluhan
dan alasan selalu membuatmu sama
dengan
apa yang kukhawatirkan.
Yang
kusesali, kenapa mata dan telingamu
tidak
pernah berfungsi dengan baik seperti otakmu?
Ego
sudah tumbuh begitu subur di kepalamu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar